Jumat, 28 Oktober 2011

E-Commerce

Nama: Resta Nurul. F
NPM: 35110767
Kelas: 2DB20

Perkembangan teknologi (tele)komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya

perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, media

elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E

commerce merupakan extension dari commerce dengan mengeksploitasi media

elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi

desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan

media elektronik ini.

Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business

(bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.

Dalam mengimplementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari

infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Per ama, Insfrastruktur system distribusi

(flow of good) kedua, Insfrastruktur pembayaran (flow of money) Dan Ketiga,

Infrastruktur system informasi (flow of information). Dalam hal kesiapan infrastruktur ecommerce, kami percaya bahwa logistics follow trade, bahwa semua transaksi akan

diikuti oleh perpindahan barang dari sisi penjual kepada pembeli. Agar dapat

terintegrasinya system rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa

transportasi, hingga ke customer maka diperlukan integrasi enterprise system untuk

menciptakan supply chain visibility. Ada tiga factor yang patur dicermati oleh kita jika

2ingin membangun toko e-commerce yaitu : Variability, Visibility, dan Velocity.

Untuk melakukan penyelidikan sebelum memutuskan untuk terjun ke market on-line ini, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan diantaranya ;

· Process conducting dalam penyelidikan :

1) mendefinisikan targer pasar,

2) menidentifikasikan kelompok untuk dijadikan pembelajaran.

3) indentity topk untuk discusi.

Dalam tahap penunjungnya maka dapat diselidiki :

1) identity letak demografi website di tempat tertentu,

2) memutuskan focus editorialnya,

3) memutuskan isi dari contentnya,

4) memutuskan pelayanan yang dibuat untuk berbagai type pengunjung

Ternyata tidak mudah mengimplementasikan eCommerce dikarenakan banyaknya

faktor yang terkait dan teknologi yang harus dikuasai.

Jenis eCommerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to

Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C, retail). Kedua jenis eCommerce ini

memiliki karakteristikyang berbeda. Business to Business eCommerce memiliki

karakteristik:

· Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan

(relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner

tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang

dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).

· Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala,

misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan

kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran

data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.

· Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus

menunggu parternya.

· Model yang umum digunakan adalah peer-to peer, dimana processing intelligence

dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

Business to Consumer eCommerce memiliki karakteristik sebagai berikut:

· Terbuka untuk umum, dimana informasi

disebarkan ke umum.

· Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat

digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum

digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.

· Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakuka inisiatif

dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.

· Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer)

menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business

procedure) diletakkan di sisi server.


sumber:http://www.binushacker.net/definisi-ecommerce-e-commerce-www-kotadingin-cc-cc.html

http://deris.unsri.ac.id/materi/deris/ecommerce_deris.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar